google-site-verification: google69a94cdeb4b83c2f.html

Oct 31, 2008

PILKADA DAN GOLPUT KALIMANTAN TIMUR

Pilkada putaran II Kalimantan Timur baru saja selesai. Hasilnya pasangan Awang Faroek Ishak - Faridz Wadjdi menjadi pemenang telak. Hasil ini memang telah diprediksi banyak pihak juga oleh masyarakat kebanyakan umumnya. Tapi kali ini aku bukan ingin membahas tentang kemenangan ini, melainkan tentang banyak suara yang tergabung dalam partai golput. Lho koq ada...???


Itulah yang terjadi. Bahkan disinyalir oleh koran lokal dan beberapa pakar politik lokal yang ada, anggota partai golput untuk pilkada Kalimantan Timur ini merupakan yang terbesar yang pernah ada, dalam hitungan persentase warga yang bisa menjadi pemilih dan terdaftar sebagai pemilih.

Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat pun, persentase golput pada pemilu umumnya mencapai 40% lebih, begitu kata sang pakar!

Kenapa di Kalimantan Timur bisa mengalami hal seperti itu? Tak ada jawaban dan penelitian untuk hal semacam itu. Banyak komentar yang tertulis di koran kalau warga Kalimantan timur mengalami 'jenuh' dengan gaya politik yang ada. Melihat sikap para calon pemimpin yang lebih banyak mengumbar janji. Padahal dalam sebuah pemilu, bukankah janji merupakan satu-satunya alat paling ampuh untuk meraih suara terbanyak! Beda dengan untuk meraih simpati. Beda kah??? Tanya kenapa...?

Salahkah golput?

Dari sudut pandang politik awam seperti aku, jelas itu salah! Karena hak pilih sebagai warga negara tidak digunakan dengan semestinya!

Dari sudut pandang masyarakat awam biasa. Jujur saja, aku pun ikut mrasakan 'jenuh' dan sangat tidak bersimpati dengan gaya politik para calon pemimpin sekarang. Entahlah....Seperti makan buah simalakama. Pilih yang satu bakal mati. Pilih yang satunya lagi bakal mampus juga. Apa bedanya...? Kemajuan dan kesejahteraan yang dijanjikan sangat jauh api dari panggangnya.

Kalau memang golput bisa menjadi suatu partai baru, lantas menang kah mereka...???? Pemimpin golput macam mana pula yang bisa mengakomodasi semua keluh kesah warga yang terpinggirkan oleh ketidakberdayaan....

Wallahualam....

9 comments:

  1. Mereka yang golput bisa karena alasan:
    1. Merasa gak ada yg pantas dipilih.
    2. Sudah masa bodoh, toh selama ini mereka yg terpilih hanya janji-janji saja.
    3. Memang berhalangan, ada kegiatan lain yg dipandang lebih penting.

    Kalaupun dibentuk partai golput, apakah mereka akan memilihnya? saya rasa tidak.
    Menurut saya golput adalah pilihan dan hak mereka mas

    ReplyDelete
  2. saya gira ga mungkin ada partai golput :D

    ReplyDelete
  3. Aku salah satu golput...!!!

    Bukan karena gak ikutan nyoblos, tapi karena aku gak di Kaltim.
    walopun udah lama keluar dari Kaltim, tapi KTP ku tetap Kaltim, itu karena

    AKU LOVE KALTIM...!!!!

    tapi ada susahnya juga, kayak sekarang, KTP mati, ngurusnya mesti kirim-kirim berkas segala..
    Repot banget..

    ReplyDelete
  4. @ Erik :
    Alasan yang memang pantas begitu ya pak...

    @ persikers :
    Hanya ber-andai saja...

    @ apiscerana :
    Nggak ada perwakilan pilkada di jogja situ yaa...???!

    ReplyDelete
  5. Silahkan dikerjakan PR-nya ya

    ReplyDelete
  6. kapan2 mo nyoba golput ah :D

    ReplyDelete
  7. Sebelumnya masyarakat sudah melalui banyak pemilu untuk periode ini. Dari memilih anggota DPR sampai kepala desa. Ternyata setelah terpilih baru ketahuan kualitas kandidat yg sebenarnya. Lalu ada acara putaran kedua pilgub yg jadi mirip kompetisi sepak bola itu. Orang jadi berfikir, paling2 kualitas kandidatnya ya kayak gitu juga. Jadi males milih deh.

    ReplyDelete
  8. Broe Manggis tinggal di Kaltim ya? saya sering ada proyek pengiriman / logistik ke gunung antang kalang, pundu ama wahau.

    ReplyDelete
  9. @ Erik :
    PR nya dah oke tuh dikerjakan!

    @ Tony :
    Hmmmm...it's depend on you!

    @ Johan :
    Iya tu mas Johan! Cappe kita dengar koar-koar janji mereka....

    @ P3durungan :
    Iyya aku tinggal di Kaltim, tepatnya Samarinda Kota. Kalo tempat seperti yg disebut di atas ntu jauuuuh amat dari Samarinda. Pedalaman Mahakan (begitu kami menyebutnya...) Kudu pakai speedboat biar cepet nyampe nya klo jalan darat...Hmmm apuuun jalannya ancur berat!

    ReplyDelete