google-site-verification: google69a94cdeb4b83c2f.html

Jul 12, 2008

Yang Serba Gratis Di PON XVII KALTIM

Hampir semua koran lokal di Kaltim mengangkat betapa besar biaya yang mesti ditanggung oleh Pemerintah Kalimantan Timur (atau masyarakat Kal-Tim...?)untuk menyelenggarakan even nasional sebesar PON XVII ini. Dana yang terserap mencapai kurang lebih Rp. 4,3 trilyun...(waaaaou...!!!)


Berbagai cerita yang entah benar atau sekedar spekulasi kuli tinta...entahlah...beredar berita mungkin tahun depan Pegawai Negeri nya Kalimantan Timur nggak dapet gaji....(haaa....gossip model beginian maah...banyak botte'nya kali yaa...?) Lho...? Khan buat bayar hutang...Lho koq hutang? Emang hutang apaan...? Nah ntu dia...Dana PON sebesar itu dapetnya dari utang....Ketauan dah!



Ternyata dana segede gitu bukan hanya membuat sarana gedung olah raga yang international standart lho! Tau nggak...? Para atlit dan offisial yang ngikuti PON XVII Kalimantan Timur khan sebanyak 33 provinsi itu dapet fasilitas gratis! Bener dah...mereka cuma mikirin cara bertanding lho! Jumlah mereka ribuan! bayangin aja, ngasi penginapan, transportasi dan makan dengan orang seabrek gitu...wiiih, selain nguras dompet juga ngures tempat lho! Pemerintah Kaltim telah berbaik hati untuk memberikan semua fasilitas yang nyaman buat tamu-tamu olah raganya. Senengnya jadi atlet PON...!


Menyusuri kota Samarinda selama PON ini kayaknya nggak seperti dalam bayangan banyak pihak, termasuk aku niiih! Macet...! Ternyata macet hanya terjadi pada saat tim Kaltim berlaga dan partai final olah raga tertentu seperti sepakbola dan bola basket! Selain itu...biasaaa aja!


Pusat kegiatan PON XVII di Samarinda Kota berada di Stadion Madya Sempaja. Stadion ini merupakan sebuah kompleks stadion GOR yang komplit dari sarana hotel atlit, pusat pelatihan, aula sampai venue ekspo yang lumayan luas. Untung saja stadion mewah ini dibangun jauh-jauh hari sebelum adanya pelaksanaan PON.


Cuman sayang deh, kalo kita lewat dari jalan raya dan melihat pemandangan mewahnya sebuah hotel bertingkat semewah itu, nggak bakalan terlihat. Soalnya hampir di sepanjang teras kamar hotel terdapat pakaian atlit yang di jemur. Kayak model rumah susun gitu....Entahlah, pengelolaan hotelnya yang nggak oke atau memang dasar atlitnya yang biasa hidup di kos-kos an kali yaa...he...he...he...(Sorry ya kalo ada yang kesinggung hati...!)


Kayaknya PON XVII Kaltim memang sukses dah sampai detik ini! Selamat buat para atlit dan offisial luar Kaltim yang sudah bisa menikmati 'kue gretongan' a la Kaltim. Senengnya jadi atlit yaaa...!

Jul 9, 2008

SERANGAN JANTUNG DAN 'GURIHNYA' LEMAK

:-d Tahu bagaimana hubungan antara kolesterol dengan penyakit jantung? Maksudnya, kolesterol dapat menyebabkan penyakit jantung? Akh, bassi, anak kecil aja tau.....! (jadi maluuuu...)

Benar sudah tahu...? :-t (penasaran aja nih...?) Klo memang sudah tahu benar...yah nggak pa pa sih...mau share juga nih, soalnya banyak yang nggak tahu (ternyata...!) hubungannya ntu yang bagimana...? Nah, tahu nggak bagaimana hubungannya...? Backstreet...? Hi...hi...hi... nggak dunk!

Sebagaimana kita ketahui...(weeei kayak mo ceramah aja...) :-z kolesterol ntu identik dengan lemak. Pokoknya lemak aja deh, meskipun secara teoritis nya ada beberapa macam. Umumnya lemak berasal dari makanan dan minuman yang terasa jauh 'lebih gurih' saat kita menikmatinya. Misalnya, kue tart, es krim, susu kental instan.

Nah, lemak yang kita makan ntu akan dirubah tubuh menjadi lapisan pelindung di bawah kulit kita. Makanya kulit kita terlihat lebih berisi, sintal ataupun montok. Bayangin klo nggak ada lemak yang disimpan di situ...hmmm kayak orang kelaparan, nggak makan berminggu-mingu. Tulang cuma berbungkus kulit! Kelihatannya aja nggak enak apalagi yang merasakannya...Nah berarti lemak juga bagus dong buat tubuh kita!

Cuma...sayangnya karena 'kegurihannya' itulah maka kita jadi sering lupa untuk mengontrolnya masuk ke dalam tubuh kita. Akhirnya terus...dan terus menumpuk membentuk banyak 'gumpalan' yang melebarkan badan kita ke samping! Selain itu juga akan semakin banyak butir-butir kolesterol (yang merupakan bagian dari penyusun unsur lemak!) yang terikut dalam aliran darah! Akhirnya...terus...dan terus...semakin banyak butiran kolesterol dalam darah kita dan terikut dalam alirannya kemanapun darah pergi. Bukan hanya semakin banyak butiran kolesterol tersebut namun juga semakin besar volume butirannya.

Nah ini dia biangnya! Butiran lemak yang semakin besar tersebut pada suatu waktu saat melalui celah 'pipa' pembuluh darah yang kekecilan, akhirnya menyumbat. Sumbatan inilah yang dapat menyebabkan organ yang seharusnya dilalui oleh darah tersebut, menjadi rusak! Nah, kalo melalui jantung...ya jantungnya deh yang kena! Namanya IMA (cantik yaaa namanya...?!) singkatan dari Infark Myocard Acute, atau bahasa kita tuuh : anfal jantung! Atau juga serangan jantung! Boleh juga disebut Heart Attack!

Koq bisa...? Lha iyya laah...masak iyya dong...ufh...ketularan dah! :-k

Gini, darah merupakan penyuplai 'kehidupan' bagi organ vital tubuh kita. Darah tidak bisa masuk ke jantung karena di sumbat oleh butiran lemak tadi. Dalam jangka waktu yang hanya hitungan menit bahkan detik pun sudah berjuta-juta sel jantung akan mati seketika bila tidak diintervensi! Itu permanent lho kerusakannya! Gaswat dah!

Nah, sekarang sudah semakin tahu benar kan...? :-~

*************************************************************************************

Hayoo...mulai sekarang kontrol lemak yang masuk ke dalam tubuh kita! Batas tertinggi kadar kolesterol dalam darah kita adalah : 200 mg/dl




Jul 7, 2008

cerpen online : "ELEGI YANG TERTINGGAL"

"Ada yang mengatakan, cinta itu cukup di dalam hati saja. Namun kehidupan nyata menginginkan cinta bisa terdengar lewat lisan dengan untaian kata yang membelai jiwa...hingga akhirnya kita tahu bahwa ada yang memang mencintai kita...."

*************************************************************************************
(sebuah cerpen online)

Umi sesekali tersenyum mendengar cerita Dodo.
Kadang saja Umi menimpali dengan kata-kata pendek.
“Um….kamu…koq….?”
Mata Dodo penuh selidik. Umi melenguh sebentar. Matanya jauh menatap ke hamparan sawah dan padang rerumputan dihadapannya. Indah sekali pemandangannya. Udaranya segar dan aroma rerumputan terhirup nyaman.
Ya…sudah satu minggu ini seluruh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat semester ganjil mengadakan Praktek Belajar Lapangan di SP II (Satuan pemukiman Transmigrasi).
“Kamu punya masalah ya…?Maaf ya Um…aku tadi banyak cerita…” Dede menggeser duduknya.


“Tak apa lah Do…Aku senang kamu banyak cerita.” Lagi Umi tersenyum dingin. Sejak awal masuk kuliah, Umi akrab dengan Dodo, cowok teman satu Jurusan Kesehatan Lingkungan yang juga teman satu sekolah sewaktu masa SMP dulu. Teman-temannya di kampus sudah mengira kalau keakraban mereka diartikan sebagai pacaran.

“Hah? Pacaran…? Gosip akh!” tampik Umi suatu ketika saat Linda, teman satu boncengan motornya, mencari tahu.
“Tapi…. Kalian kan akrab gitu koq…!”
“Cuma sahabatan aja ….dia orangnya baek!”
“Nah lho!...apalagi…?”
“Kamu juga baek Lin…lantas kamu juga pacarku?”
Umi menggeneralisasikan pendapatnya.

Angin sore itu makin kencang bertiup tapi terasa nyaman.. Karena siang tadi Umi sudah keliling rumah penduduk desa untuk mengumpulkan data-data terakhir untuk kelompoknya dan cuacanya menyengat sekali.

Lama keduanya saling diam. Suara kicauan pipit yang menyerbu bulir-bulir padi yang mulai menguning saling susul menyusul dengan bunyi kaleng-kaleng kosong yang sengaja dipasang pada orang-orangan pengusir di tengah sawah. Sesekali terdengar lenguhan kerbau dan sapi di seberang sawah.

“Do….”

Suara Umi terputus di situ. Ada daun kering dari atas yang jatuh menerpa wajahnya.
“Entahlah….rasanya ini makin berat buatku….”
Dodo menatap Umi dengan lekat, mencoba mencari tahu.
“Kata orang pintar, bila kita menceritakan apa yang mengganjal di hati kita, rasanya akan menjadi lebih baik….jangan dipendam…”
Sumi mulai bercerita.

Tadi pagi, ibunya yang janda di kampung memintanya untuk pulang sebentar bila ada libur karena pihak keluarganya hendak menjodohkannya dengan Sidiq, yang notabene masih ada hubungan keluarga dan sudah bekerja sebagai guru SD di kampungnya.

“Menikah?”
Suara Dodo pelan, tapi jelas ada nada keterkejutan disitu. Matanya cepat beralih kea wan. Nelangsa sekali rasanya.
“Belum…hanya tunangan dulu.”
Umi kembali membisu. Sulit sekali rasanya memenuhi permintaan sang ibu tercinta. Terbesit wajah kedua adiknya, Abi dan Fani yang masih sekolah di kampung.Tiba-tiba Umi merasa rindu sekali pada keduanya.

Sebagai sulung, Umi merasa harus bisa memberikan contoh yang baik bagi adiknya, menjadi anak yang taat dan patuh pada orangtua. Karena tak ada orangtua yang baik dan pasti menginginkan yang terbaik juga buat anaknya. Sudah lama ibunya hendak menikahkan Umi dengan Sidiq tapi Umi berkeras untuk melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Beragam alasan dan penolakan halus Umi akhirnya berhasil meluluhkan keinginan ibunya.

“Tapi tunangan saja dulu, nak…” pinta sang ibu suatu ketika Umi pulang kampung semester dulu.
“Bu, Umi mau kuliah ke Samarinda. Ibu takut ya..saya nanti kawin sama orang lain…? Percayalah, Bu…!”
Lantas bulan-bulan berikutnya setiap kali sang ibu menghubunginya melalui handphone, selalu saja permintaan yang sama dilontarkan kepada Umi.

“Nanti saja, Bu….yah, akhir tahun nanti ya….” Akhirnya Umi memberikan kepastian waktu meskipun belum begitu pasti. Tapi menurutnya, hal itu mungkin cukup meredam keinginan sang ibu yang semakin menggebu.

“Kapan berangkat, Um..?” Dodo menatap mata Umi lekat-lekat. Seolah takut kehilangan.
“Mungkin besok lusa…kan ada libur dua hari…”
Dodo menghirup napasnya dalam-dalam.
Dodo dan Umi berpisah di ersimpangan pematang sawah. Senja mulai merayap.

***

“Hah!!!? Ditabrak…???!”

Dodo langsung bangkit dari tidurnya. Celana jeans dan jaket almamater dipakai sekenanya.
“Sekarang lagi dibawa ke Rumah Sakit umum!” kata ketua kelompok kerja Umi.
Di IGD nampak Linda yang tengah diberi pengobatan dengan betadin pada luka-luka lecetnya.

Linda, yang teman satu rumah indukan selama PBL menceritakan kejadiannya.

Sepulang mengolah data, saat mereka menyusuri pinggir jalan, yang memang tak ada trotoarnya, tiba-tiba sebuah truk yang membawa hasil produksi pertanian penduduk dari arah belakang menyambar mereka dan tak lama kemudian Linda baru sadar kalau dirinya terlempar jauh ke samping jalan raya di area kebun tomat milik penduduk. Umi…? Wajahnya dipenuhi noda darah kental dan Linda tak kuasa melihat semua itu dan setelah sadar sudah terbaring di IGD Rumah Sakit.

“Bagaimana keadaannya, Do?”
Dodo tertunduk lesu. Menggelengkan kepalanya perlahan.
Suasana IGD terlihat ramai dan sibuk.

Di salah satu sudut bangku panjang, Dodo duduk tercenung, seolah tak percaya yang baru saja terjadi. Dadanya berdegup kencang. Tangannya gemetaran. Pikirannya….
Suara sesegukan dan tangisan beberapa orang temannya memenuhi gendang telinganya.

“Sudah bersih, Mas. Silahkan….” Suara ramah suster menyadarkan Dodo yang berdiri tak jauh dari ranjang, tempat Umi terbaring.

Tubuh Umi terbujur kaku. Wajahnya nampak tak karuan akibat kecelakan itu tapi terlihat pucat pasi, beku. Tak ada lagi ekspresi di situ. Wajah yang lembut dan selalu memberinya ketenangan itu kini tak kan pernah lagi tersenyum padanya.
Dodo mendekat. Tak ada yang dapat diucapkannya. Lidah terasa kelu. Dadanya terasa mengguncah, entah apa yang ada…Tak terasa air matanya menetes. Hidungnya terasa tersumbat.

“Umi….”
Suara Dodo akhirnya keluar juga meski perlahan sekali. Diraihnya punggung tangan Umi. Serasa sedingin es. Tak ada reaksi. Memang tak akan pernah bereaksi lagi. Dodo menundukkan kepalanya ke arah Umi.
“…aku…sayang…kamu…Umi…. “

***

5Nov07’