Pernahkah terlintas di benak kita keinginan untuk memiliki tabungan di bank yang tidak ingin kita ambil lagi? Semacam keinginan untuk memiliki sebuah nvestasi yang tak boleh diganggu gugat.Ditabung sedikit demi sedikit sehingga terkumpul suatu saat nanti menjadi sesuatu yang besar dan kita ingin menikmatinya.....
Oke lah untuk bulan pertama...kedua....dan ketiga...atau mungkin yang keempat! Lantas bagaimana bulan yang kelima dan selanjutnya....?
Cukupkah gaji kita disisihkan untuk disimpan sebagai tabungan...?
Sudah berapa lama kita bekerja, siang malam mungkin, dan berapa banyak tabungan kita sudah terkumpul? Lihatlah sisa saldo rekening tabungan kita sampai hari ini...?
Puaskan kita...atau sesuaikah dengan niat pertama kali untuk menabung pada awalnya...?
Saya yakin....jawabannya TIDAK! Koq gitu...?
Menabung bukan merupakan Pengeluaran Rutin kita setiap kali kita menerima gaji. Betul kan...? Menabung selalu menjadi bagian terakhir dari sekian banyak daftar pengeluaran rutin kita...atau bahkan tidak termasuk di dalamnya...? Saya yakin, jawabannyapun ada!
Terlepas dari sekian banyak daftar yang masuk dalam Pengeluaran Rutin bulanan kita...mulai hari ini...jadikan MENABUNG sebagai bagian dari Pengeluaran Rutin Bulanan kita.
Ayooo....jadikan menabung seperti halnya kita harus membayar cicilan kredit motor, membeli beras, membeli gula, membeli bahan makanan lainnya....Dan lihatlah hasilnya untuk beberapa bulan kemudian....kita akan terkejut dengan hasil yang kita dapatkan!
Ayoooo mulai dari hari ini....!!!
May 2, 2008
May 1, 2008
Hari ini....Tentang Pilkada
Saat aku menyusuri sepanjang jalan kota Samarinda, banyak sekali pemandangan baru sekarang. Pemandangan yang penuh dengan instan bertuliskan aneka promosi pilkada. Hampir di setiap sudut kota selalu terpampang para calon pilkada gubernur Kaltim lengkap dengan visi misi dan slogan-slogan yang 'manis' terbaca dan terdengar. Mudah-mudahan saja nantinya bukan hanya semboyan dan slogan semata.
Namun buatku pemandangan yang terkesan 'penuh' ini sangat tidak nyaman untuk dilihat. Terkesan 'over load' pada space yang memang terbilang kecil untuk wilayah-wilayah tertentu. Mengganggu...? Sudah pasti...! Tapi, biarlah dulu, mungkin, ini kan hanya sementara saja.
Ada satu hal yang terpikir olehku, bahwa betapa begitu menggebunya para pendukung dan tim sukses mereka dalam menjalankan aksi mereka. Seolah tak ada pengecualian dan tak ada hukum dan penraturan yang dapat menghalangi kegiatan mereka. Begitu derasnya dana-dana yang dapat mereka kelola dengan mudah. .Kalau mau usil, darimana mereka dapatkan semua itu...? Entahlah...panggung politik susah untuk dipahami untuk orang awam seperti aku. Sepertinya adem ayem saja namun pada saat seperti sekarang ini, menjelang Pilkada Gubernur Kaltim ini, mereka seolah berlimpah dana dan sponsor yang luar biasa. Alangkah senangnya mereka!
Coba saja, Pengentasan Kemiskinan mendapatkan kesempatan seperti ini juga...mungkin saja tak ada lagi orang miskin yang pusing tujuh keliling memikirkan cara mendapatkan 'kehidupan' mereka untuk hari ini dan masa depan mereka. Aaakh...seandainya saja!
Namun buatku pemandangan yang terkesan 'penuh' ini sangat tidak nyaman untuk dilihat. Terkesan 'over load' pada space yang memang terbilang kecil untuk wilayah-wilayah tertentu. Mengganggu...? Sudah pasti...! Tapi, biarlah dulu, mungkin, ini kan hanya sementara saja.
Ada satu hal yang terpikir olehku, bahwa betapa begitu menggebunya para pendukung dan tim sukses mereka dalam menjalankan aksi mereka. Seolah tak ada pengecualian dan tak ada hukum dan penraturan yang dapat menghalangi kegiatan mereka. Begitu derasnya dana-dana yang dapat mereka kelola dengan mudah. .Kalau mau usil, darimana mereka dapatkan semua itu...? Entahlah...panggung politik susah untuk dipahami untuk orang awam seperti aku. Sepertinya adem ayem saja namun pada saat seperti sekarang ini, menjelang Pilkada Gubernur Kaltim ini, mereka seolah berlimpah dana dan sponsor yang luar biasa. Alangkah senangnya mereka!
Coba saja, Pengentasan Kemiskinan mendapatkan kesempatan seperti ini juga...mungkin saja tak ada lagi orang miskin yang pusing tujuh keliling memikirkan cara mendapatkan 'kehidupan' mereka untuk hari ini dan masa depan mereka. Aaakh...seandainya saja!
Pantun - Anakku
Indah lah mekar si bunga melati
Ditanam dalam jambangan besi
Cintaku tulus untuk si buah hati
Kupanjatkan do'a untuknya setiap hari
Jauh lah jauh Kota Malaya
Pakailah baju baru tuk bergaya
Seluruh cinta untuk si anak s'mata
Kucurahkan dengan segala upaya
Pergi lah mancing ke ujung benua
Dapat pepuyu berduri semua
Oooh, engkaulah buah cinta bahagia
Anak yang dirindu sepanjang masa
Samarinda sungguh elok lah kota nya
Benua hutan dulu isinya s'mata
Sungguh lah elok anak pertama
Buah cinta nan tak lekang oleh masa
Bunga melati tumbuh di jambang tua
Mekarnya mudah harum wanginya
Tidurlah hai anakku tercinta
Malam dah gelap bapak kan jaga
Sungguh mahal baju raja di raja
Disulam emas dengan jarum permata
Sungguhlah aku sangat bahagia
Anakku kini sudahlah bisa tertawa tawa
Ditanam dalam jambangan besi
Cintaku tulus untuk si buah hati
Kupanjatkan do'a untuknya setiap hari
Jauh lah jauh Kota Malaya
Pakailah baju baru tuk bergaya
Seluruh cinta untuk si anak s'mata
Kucurahkan dengan segala upaya
Pergi lah mancing ke ujung benua
Dapat pepuyu berduri semua
Oooh, engkaulah buah cinta bahagia
Anak yang dirindu sepanjang masa
Samarinda sungguh elok lah kota nya
Benua hutan dulu isinya s'mata
Sungguh lah elok anak pertama
Buah cinta nan tak lekang oleh masa
Bunga melati tumbuh di jambang tua
Mekarnya mudah harum wanginya
Tidurlah hai anakku tercinta
Malam dah gelap bapak kan jaga
Sungguh mahal baju raja di raja
Disulam emas dengan jarum permata
Sungguhlah aku sangat bahagia
Anakku kini sudahlah bisa tertawa tawa
Subscribe to:
Posts (Atom)